Sebelumlanjut membahas bagaimana kondisi Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia, perlu kita ketahui terlebih dahulu 'Apa itu Sumber Daya Manusia?'. Sumber daya manusia adalah orang-orang yang bekerja baik dalam bentuk kelembagaan maupun perusahaan sebagai penggerak organisasi, dalam hal ini mereka berfungsi sebagai aset yang dilatih dan
Iamengatakan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia berlimpah akan tetapi kualitas masih rendah. "Dari 90 juta jiwa atau 35 persen penduduk kita berusia 5-24 tahun yang semestinya mengakses/mengenyam pendidikan. Namun kenyataannya hanya 46 juta yang dapat mengakses pendidikan," kata Taufik. Menurut dia, kondisi tersebut dapat
Rendahnyakualitas sumber daya manusia dapat diketahui daria. tenaga pengajar lulusan dalam negri b. adanya siswa yang kurang berprestasi c. perekonomian bergantung pada hasil alam d. ketidakmampuan mengembengkan teknologi. 1 Lihat jawaban
A PENDAHULUAN. Salah satu faktor penghambat dalam pembangunan ekonomi bagi Negara yang sedang berkembang adalah keadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang menguntungkan. Seperti halnya di Indonesia, Bila ditinjau dari segi jumlah penduduk yang besar, sebenarnya SDM Indonesia merupakan sumber daya yang sangat potensil untuk dapat
dxpDh. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sumber Daya Manusia SDM adalah salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu negara. SDM yang berkualitas mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu negara. Namun, di Indonesia, SDM masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Berbagai faktor menjadi penyebab rendahnya kualitas SDM di Indonesia, mulai dari kurangnya akses pendidikan, rendahnya tingkat kesehatan, hingga minimnya peluang kerja. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas SDM di yang Menyebabkan Rendahnya Kualitas SDM di Indonesia 1. Kurangnya akses pendidikan Salah satu faktor yang menjadi penyebab rendahnya kualitas SDM di Indonesia adalah kurangnya akses pendidikan. Menurut data dari UNESCO pada tahun 2018, angka partisipasi sekolah di Indonesia hanya mencapai 67,7 persen untuk pendidikan dasar dan 50,2 persen untuk pendidikan menengah. Selain itu, kualitas pendidikan di Indonesia juga masih rendah, terlihat dari rendahnya peringkat Indonesia dalam ujian PISA Programme for International Student Assessment yang diadakan oleh OECD Organisation for Economic Co-operation and Development. Kurangnya akses pendidikan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya infrastruktur pendidikan, keterbatasan dana untuk pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kurangnya infrastruktur pendidikan membuat akses pendidikan menjadi sulit, terutama di daerah terpencil. Selain itu, minimnya dana untuk pendidikan membuat biaya pendidikan menjadi tinggi, sehingga banyak anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Terakhir, minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan membuat banyak orang yang tidak menganggap pendidikan sebagai prioritas dalam hidup Rendahnya tingkat kesehatanRendahnya tingkat kesehatan juga menjadi faktor penyebab rendahnya kualitas SDM di Indonesia. Data dari World Health Organization WHO pada tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki angka kematian ibu yang cukup tinggi, yaitu sekitar 126 per kelahiran hidup. Selain itu, Indonesia juga masih memiliki tingkat stunting kerdil yang cukup tinggi, yaitu sekitar 30,8 persen pada tahun tingkat kesehatan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya akses kesehatan, minimnya ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai, serta minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Minimnya akses kesehatan membuat banyak orang sulit untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang baik, terutama di daerah terpencil. 3. Minimnya peluang kerja Minimnya peluang kerja juga menjadi faktor penyebab rendahnya kualitas SDM di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik BPS pada Februari 2021, angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,1 persen atau sekitar 9,77 juta orang. Selain itu, banyak pekerja di Indonesia yang bekerja di sektor informal dan memiliki upah yang rendah serta tidak memiliki jaminan peluang kerja di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya investasi, rendahnya produktivitas, dan minimnya keterampilan yang dimiliki oleh pekerja. Minimnya investasi membuat lapangan kerja sulit untuk dibuka, terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang. Selain itu, rendahnya produktivitas membuat banyak perusahaan enggan membuka lapangan kerja baru. Terakhir, minimnya keterampilan yang dimiliki oleh pekerja membuat mereka sulit bersaing di pasar tenaga kerja, sehingga banyak pekerja yang mengalami pengangguran atau bekerja di sektor informal dengan upah yang rendah. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kemiskinan menjadi masalah di hampir semua daerah di Indonesia. Padahal salah satu tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah meningkatkan kinerja perekonomian agar mampu menciptakan lapangan kerja dan menata kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat yang pada gilirannya akan mewujudkan kesejahteraan penduduk Indonesia melalui salah satu sasaran pembangunan nasional yaitu dengan menurunkan tingkat kemiskinan. Upaya penanggulangan kemiskinan sudah dilakukan sejak tiga dekade terakhir yaitu dengan program-program pembangunan pemerintah di antaranya dengan penyediaan kebutuhan dasar seperti pangan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja, pembangunan pertanian, pemberian dana bergulir melalui sistem kredit, pembangunan prasarana dan pendampingan, penyuluhan sanitasi dan program lainnya Hureirah, 2005. Namun faktanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang berkisar 5% - 7% per tahun sejak lebih dari satu dasawarsa terakhir, belum mampu mengurangi jumlah penduduk miskin. Meskipun peringkat Indonesia dibandingkan negara lain dalam hal laju pertumbuhan ekonomi tergolong tidak mengecewakan, yaitu berada pada peringkat 38 dari 179 negara IMF, 2015, namun pertumbuhan tersebut dirasa belum memberi dampak yang berarti terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional Susenas yang terakhir dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik BPS pada tahun 2012 mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia berkisar 28,5 juta jiwa. Hampir 15% dari jumlah penduduk Indonesia di pedesaan dan hampir 10% jumlah penduduk Indonesia di perkotaan dikategorikan miskin dan berada di ambang kemiskinan. Fakta tersebut menjadikan permasalahan kemiskinan patut mendapat perhatian yang besar dari semua pihak. Sehingga penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh, yang berarti menyangkut seluruh penyebab kemiskinan. Beberapa diantaranya yang menjadi bagian dari penanggulangan kemiskinan tersebut yang perlu tetap ditindaklanjuti dan disempurnakan implementasinya misalnya peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat, perluasan lapangan kerja dan pembudayaan entrepreneurship Hureirah, 2005.
rendahnya kualitas sumber daya manusia dapat diketahui dari